Berat Jenis Batu Alam dan Bahan Bangunan untuk Perhitungan Ongkos Angkut Per Kg atau M3

No Nama Material Berat jenis
 

1

Semen

Batu karang

3150

700

kg/m3

kg/m3

2 Kayu (kelas I) 1000 kg/m3
3 Pasir 1400 kg/m3
4 Batu pecah 1450 kg/m3
5 Pasangan batu karang 1450 kg/m3
6 Batu belah, batu bulat, batu gunung 1500 kg/m3
7 Tanah, lempung (kering/lembab) 1700 kg/m3
8 Pasangan bata merah 1700 kg/m3
9 Kerikil, koral,split (kering/lembab) 1800 kg/m3
10 Tanah, lempung (basah) 2000 kg/m3
11 Pasangan batu belah, bulat, gunung 2200 kg/m3
12 Pasangan batu cetak 2200 kg/m3
13 Beton 2200 kg/m3
14 Beton bertulang 2400 kg/m3
15 Batu alam 2600 kg/m3
16 Besi tuang 7250 kg/m3
17 Baja 7850 kg/m3
18 Timah hitam/ timbel 11400 kg/m3
This entry was posted in Architecture and Construction, Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Berat Jenis Batu Alam dan Bahan Bangunan untuk Perhitungan Ongkos Angkut Per Kg atau M3

  1. Beberapa produk material pada saat ini yang banyak digunakan dan di kenal masyarakat, diantaranya adalah bata merah, batako dan bata ringan. Produk bata merah dan bata ringan umumnya digunakan untuk masyarakat menengah atas.

    Sedangkan produk batako banyak digunakan untuk bisa di jangkau segala lapisan masyarakat. Walaupun sekarang terdapat material dinding produksi import, namun ketiga produk material dinding diatas tersebut, paling banyak digunakan dalam pembangunan dan pekerjaan konstruksi di masyarakat.

    Sesuai dengan target akhir penelitian, Lusicon (Lumpur Sidoarjo Conbloc) diharapkan mampu menjadi alternatif material dinding yang berbeda pada segmen menengah keatas, bersama dengan batamerah dan bata ringan. Hal tersebut dikarenakan Lusicon direncanakan untuk memiliki karakteristik dan kinerja yang mampu bersaing pada segmen tersebut.

    Hasil penelitian dan pengembangan Lusicon yang di lakukan antara PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Dengan ITS Surabaya tersebut pada saat ini menunjukan hasil yang optimal dan sudah mencapai tahapan akhir penelitian.

    Perbandingan performa (kuat tekan dan berat volume) antara Lusicon dengan produk bata ringan yaang ada dipasaran telah dilaksanakan dan hasilnya cukup memuaskan. Dari grafik perbandingan antara Lusicon dengan produk bata ringan komersial yang dilakukan di Laboratorium Beton ITS menunjukkan bahwa performa Lusicon sendiri setara (mampu bersaing) dengan bata ringan yang berkualitas bagus.

    Saat ini banyak masyarakat yang masih memilih material dinding untuk rumah menggunakan bata merah. Kebanyakan dari masyarakat tersebut menganggap bahwa performa bata merah lebih baik dari bata ringan, yaitu lebih dingin dan awet.

    Dengan keadaan yang demikian maka Lusicon mampu melakukan penetrasi pasar material dinding sebagai alternatif utama pengganti produk bata merah, karena secara fisik Lusicon warna kecoklatan yang menyerupai bata merah. Hal tersebut terjadi karena sekitar 80% Lusicon adalah Lumpur Sidoarjo yang dibakar.

    Apabila mellihat dari sistem pemasangannya maka bata ringan dan Lusicon dapat lebih cepat dari pada bata merah. Dengan pemasangan yang lebih cepat maka akan sangat mempengaruhi efisiensi biaya. Untuk lebih detailnya, berikut kami sampaikan tabel perbandingan antara bata merah, bata ringan dan Lusicon.

    Dengan informasi yang kami sampaikan, maka diharapkan masyarakat mempunyai beberapa alternatif produk material dinding dan dapat memilih dengan bijak, sesuai kebutuhan dan aplikasinya.

    Sumber
    http://www.sementigaroda.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s