Bad Boys = Pengusaha Sukses?

Risk-taker person
People said they were nuts. I said, “They have guts!”. Mereka bukan orang “gila” yang suka membuat kehebohan dan hal-hal diluar perkiraan, mereka punya nyali! Ya, nyali untuk mencoba! Banyak orang yang under estimate dengan kemampuan mereka dan menganggap yang mereka lakukan itu modal nekat, tanpa perhitungan. Tapi buat mereka, “Biar deh gue dibilang nekat dan tanpa perhitungan. Tapi gue ngga lebih buruk daripada orang yang ngga pernah mencoba karena kebanyakan berpikir.”. Banyak orang yang justru berilmu tinggi menghabiskan waktunya dengan berpikir, memikirkan segala kemungkinan yang ada. Memang baik, tapi kalau ngga jalan-jalan ya buat apa dipikirin! Sementara “anak-anak nakal” ngga peduli gagal.

The Power of Kepepet
Mengutip judul bukunya Jaya Setiabudi, “anak-anak nakal” ini, karena tanpa rencana jelas seringkali mengambil jalan dalam kondisi kepepet. Apakah buruk? Nyatanya tidak. Dalam buku The Power of Kepepet, penulis mengungkapkan kekuatan terpendam manusia yang didasarkan pada kondisi kepepet/ terdesak. Ingat saat kita mau menghadapi ujian sekolah? Entah kenapa kita bisa menerapkan SKS alias Sistem Kebut Semalam untuk menghadapi ujian tersebut. Otak mendadak encer menangkap materi yang dihapalkan, sampai-sampai ngantuk dan capek pun terkalahkan.

Bandingkan dengan kondisi biasa untuk belajar, malasnya bukan main! Begitupun dalam bisnis. Uang pinjaman bank yang digunakan sebagai modal menjadi motivasi lebih untuk bisa membayar angsurannya karena jika tidak dibayar barang kita yang menjadi agunan bisa raib. Beda kalau kita pakai uang pinjaman dari orang tua, keluarga, atau teman, karena toleransinya bisa begitu besar, hingga keadaan ini tidak menjadi motivasi tambahan untuk kita bekerja lebih baik. “Anak-anak nakal” ini memang tanpa rencana, tapi mereka menghadapinya.

Pergaulan/ Networking Luas
Ingat bagaimana “anak-anak nakal” seringnya nge-geng? Kedekatan mereka ini seringkali berada pada tahap saling support dalam banyak hal, termasuk bisnis. Mereka juga terbuka dengan orang baru alias tidak membatasi pergaulannya. Banyak orang yang langsung menaruh curiga pada orang baru. Pandangan/ persepsi ini kemudian seringkali disimpulkan sendiri sebagai hal yang tidak baik buat kita. Mau sukses? Eksis deh! Banyak teman bikin peluang makin terbuka lebar, karena pada dasarnya ngga ada kesuksesan yang bisa didapat karena usaha sendiri melainkan karena adanya dukungan orang-orang di sekitar kita.

Spirit of Freedom
Pada dasarnya setiap anak tidak ingin dikekang, tidak suka aturan, olah karena itu mereka selalu berusaha melepaskan diri dari hal tersebut saat aturan itu ada. Semangat kebebasan yang membuat pikiran mereka selalu lebih hidup dibandingkan dengan orang yang “terkotak-kotak” karena sebuah aturan. Hingga seringkali membuat orang-orang ini ibarat jalan ditempat, karena takut salah kalau keluar/ berbeda dari aturan yang ada.

Nah berdasarkan 4 hal ini pula kita bisa mengambil simpulan bahwa dengan membiasakan diri berpikir seperti “anak-anak nakal”, kita diajarkan untuk tidak takut dalam mengambil/ menetapkan langkah. Ngga perlu membebani pikiran terlalu besar dalam ketakutan, kekhawatiran, atau kesempurnaan. Karena semuanya semu dan ngga akan pernah jadi nyata sebelum kita mencoba dan melewatinya. Just do it! Kalau kata taglinenya Nike. Theo

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s