Ayo, Bantu Anak Tangani Stres

SIAPA bilang anak-anak bebas dari stres. Anak-anak pun bisa mengalami tekanan batin layaknya orang dewasa. Biasanya, tekanan itu bermula dari kegiatan di sekolah ataupun pergaulannya.

Stres memang tak dapat dihindarkan dari siapapun, baik itu anak-anak maupun dewasa. Namun, hal itu dapat diatasi dengan membantu anak-anak membangun cara yang sehat menghadapi stres.

Survei yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan anak mungkin tidak akan memulai obrolan dengan orang tua saat stres itu mulai menghinggapi. Tapi, orang tua biasanya peka dan mengetahui kejanggalan akibat stres pada anak.

Nah, berikut beberapa saran yang dapat diterapkan orang tua kepada anak yang tengah dirundung masalah:

– Katakan kepada anak bahwa dia terlihat sedang ada masalah. Misalnya, “Sepertinya kamu sedang marah”. Hindari nada menuduh seperti “Aduh, ada apa lagi sih, kok kamu kelihatannya marah”.

– Dengarkan anak saat dia bercerita tentang apa yang dialaminya, yang membuatnya marah atau sedih. Biarkan dia bercerita sampai akhir, jangan memotong apalagi menghakiminya.

– Perlihatkan empati, misalnya dengan berucap “Wah, itu pasti bikin kesal, ya”. Dengan begitu, anak akan merasa didukung orang tuanya.

– Jika ada solusi atas kejadian yang membuatnya marah, utarakan tanpa bernada perintah. Misalnya, “Menurut ibu, kamu enggak usah main dulu deh sama si anu kalau dia sering membuatmu kesal, bagaimana menurutmu?”.

– Jika memang kegiatan sekolah yang penuh tekanan membuat anak stres, coba kurangi kegiatannya, tentu dengan kesepakatan bersama.

– Tak perlu berlebihan menanggapi masalahnya. Jika memang bisa dialihkan, ajak anak memikirkan topik atau kegiatan lain.

– Terkadang anak justru sulit diajak bicara saat sedang bermasalah. Orang tua tidak perlu memaksanya. Ajak saja si anak melakukan kegiatan bersama, misalnya menonton film atau sekadar jalan-jalan. Dengan begitu anak tahu, orang tuanya selalu siap membantunya.

– Orang tua tidak perlu langsung turun tangan memperbaiki keadaan yang membuat anak stres. Misalnya, langsung berniat melabrak anak lain yang mengakibatkan anak Anda kesal. Fokuslah membantu anak agar berkembang menjadi pribadi yang mampu memecahkan masalahnya dengan bijak. Theo

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s