Harga Bahan Kebutuhan Pokok Terus Naik

TEGAL, KOMPAS.com — Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di wilayah Tegal terus naik. Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada produk curah, tetapi juga produk kemasan. Hal itu mengakibatkan masyarakat harus semakin berhemat agar tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup.

Salamah (55), pedagang sembako di Pasar Pagi Kota Tegal, Rabu (16/2/2011), mengatakan, kenaikan harga terjadi pada hampir semua bahan kebutuhan pokok, kecuali beras.

“Harga minyak goreng curah kualitas pertama (minyak sayur) saat ini Rp 21.000 per kilogram. Sejak sebulan lalu, harga minyak sayur terus merangkak naik dari Rp 12.000 per kilogram. Kenaikannya bertahap, dan terus-menerus,” katanya.

Selain itu dalam sepekan terakhir, harga telur juga naik dari Rp 12.000 menjadi Rp 14.000 per kilogram. Harga terigu naik dari Rp 125.000 menjadi Rp 130.000 per zak isi 25 kilogram.

Sejak dua pekan lalu, harga semua produk kemasan, seperti sabun, mi instan, dan kopi juga naik sekitar 5 hingga 10 persen. Kenaikan harga produk kemasan, diperkirakan sebagai dampak kenaikan tarif dasar listrik (TDL) industri.

Kusumo (29), pedagang sembako lainnya di Pasar Pagi Kota Tegal mengatakan, sebagian besar produk kemasan memang naik sekitar 10 persen. Bahkan, minyak goreng kemasan juga naik dari sekitar Rp 22.000 menjadi Rp 27.000 per dua liter. Selain itu, harga bawang putih juga ikut naik, dari Rp 16.500 menjadi Rp 19.500 per kilogram.

Harga ikan asin pun ikut naik. Sumiyati (55), pedagang ikan asin mengatakan, harga ikan asin sekitar Rp 3.000 hingga Rp 10.000 per kilogram.

“Sebagai contoh, harga ikan asin tiga waja naik dari Rp 17.000 menjadi Rp 20.000 per kilogram, harga ikan asin banyar naik dari Rp 20.000 menjadi Rp 25.000 per kilogram, harga teri nasi naik dari Rp 50.000 menjadi Rp 60.000 per kilogram. Harganya naik, karena pasokan ikan masih sedikit,” ujarnya.

Pola konsumsi

Kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok mengakibatkan perubahan pada pola konsumsi sebagian masyarakat. Mereka harus berhemat agar tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kastari (37), tukang becak asal Desa Kertayasa, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, mengatakan, kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok sangat membebani keluarganya. Sebagai tukang becak, selama ini penghasilannya hanya sekitar Rp 30.000 hingga Rp 50.000 per hari.

Padahal selain untuk makan, ia juga harus membiayai sekolah tiga anak, yang duduk di bangku SMP dan TK. Agar tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup, ia dan keluarganya terpaksa mengurangi konsumsi lauk. “Kadang-kadang nasi juga kurang,” tuturnya.

Menurut Salamah, saat ini konsumennya juga banyak yang beralih dari membeli minyak goreng curah ke minyak goreng kemasan atau minyak goreng curah kualitas kedua, yang harganya sekitar Rp 11.000 per kilogram. Hal itu mengakibatkan minyak goreng kemasan semakin sulit diperoleh. Theo

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s