Sudah Tidur Cukup, Kok Masih Lesu?

KOMPAS.com – Banyak orang yang sudah menjalankan anjuran untuk tidur 8 jam sehari, bahkan lebih, namun masih merasa lelah dan lemas saat bangun pagi. Hal ini kadang-kadang tak ada hubungannya dengan jumlah waktu yang Anda gunakan untuk tidur. Kondisi kesehatan dan faktor-faktor lain dalam hidup Anda bisa saja menyebabkan rasa tidak enak badan atau lesu tadi. Tujuh faktor berikut ini perlu Anda ketahui untuk memperbaiki kebugaran tubuh Anda.

1. Anemia
Sekadar mengingatkan, anemia adalah kondisi yang berhubungan dengan kadar sel-sel darah merah dan hemoglobin yang rendah, yang mencegah oksigen dalam jumlah yang cukup untuk didistribusikan ke seluruh tubuh. Gejalanya yang umum terlihat adalah kehilangan energi dan rasa lelah yang kronis. Untuk mengetahui apakah Anda mengidap anemia, Anda bisa melakukan tes darah. Kondisi ini dapat diatasi dengan mengonsumsi suplemen yang diresepkan oleh dokter.

2. Jadwal tidur tidak konsisten
Ketika tidak ada kegiatan, orang suka menghabiskan akhir pekan dengan tidur sepuasnya. Kedengarannya asyik, tapi jika Anda tidur dan bangun pada jam-jam yang berbeda selama seminggu, Anda bisa mengacaukan siklus 24 jam yang berkaitan dengan pengaturan siklus tidur Anda. Untuk menjaga agar energi tetap tersedia, kuncinya adalah menentukan waktu tidur dan bangun yang selalu sama setiap hari.

3. Bosan
Kurangnya stimulasi bisa mengacaukan tingkat energi Anda. Kalau Anda mulai jenuh dengan pekerjaan, cobalah untuk meminta proyek baru di kantor yang lebih menantang. Pikiran yang tetap aktif karena tantangan yang baru bisa mendongkrak energi, lho.

4. Kurang mendapat sinar matahari
Ternyata ada juga orang yang hidup di negara tropis namun jarang terkena matahari. Itulah yang terjadi jika Anda lebih suka beraktivitas di dalam rumah, dan di kantor pun selalu bekerja di belakang meja. Padahal, sinar matahari mengirimkan sinyal ke otak untuk melepaskan serotonin, senyawa kimia pemberi rasa senang yang membuat Anda merasa lebih bahagia dan lebih terjaga. Repotnya lagi, cahaya lampu di ruangan kantor yang tidak natural juga bisa mengacaukan siklus 24 jam Anda. Berjemur di bawah matahari pagi 10 menit saja bisa membuat Anda lebih berenergi dalam sekejap, dan meningkatkan kualitas tidur Anda pada malam hari.

5. Terlalu banyak minum kopi
Anda sadari atau tidak, kafein bisa memberi pengaruh negatif pada kualitas tidur Anda, yang kemudian malah Anda tanggapi dengan minum kopi secangkir lagi. Patahkan siklus kelebihan kafein ini dengan tidak mengonsumsi kopi lagi dalam jarak enam jam sebelum jam tidur, untuk memastikan kafein tidak memengaruhi kemampuan Anda untuk mencapai kondisi tertidur lelap.

6. Stres
Stres yang kronis akan menyerap cadangan energi dan mengurangi kemampuan Anda untuk mengatasi penyebab stres yang terlihat. Kalau Anda merasa selalu tegang sepanjang waktu, cobalah untuk melakukan meditasi, yoga, atau olahraga, untuk menenangkan pikiran. Kualitas tidur Anda bukan hanya akan membaik, tapi Anda juga membebaskan otak untuk berfokus dalam menyuplai energi ke dalam tubuh.

7. Kurang olahraga
Penelitian menunjukkan, olahraga secara teratur dapat meningkatkan kadar energi dalam jangka panjang. Menurut Patrick O’Connor, PhD, direktur laboratorium psikologi olahraga dari University of Georgia, 90 persen studi mengenai latihan dan kadar energi menunjukkan bahwa orang yang semula kurang aktif namun mulai berlatih akan mengurangi keletihannya. Jika suatu ketika Anda merasa ingin tiduran barang 20 menit, cobalah untuk melakukan gerakan-gerakan ringan sebagai gantinya. Theo

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s