Mini Bioskopnya, Besar Untungnya

Jika Anda ingin memutar uang Anda dalam bisnis hiburan, Anda bisa mulai melirik dunia bisnis tontonan. Jasa hiburan, terutama bioskop, tak pernah terlanda krisis. Walaupun memang, bioskop mewah seperti Blitz Megaplex maupun XXI telah merajai bisnis tontonan di Indonesia, namun tidak ada salahnya memulai bisnis bioskop mini. Bisnis ini akan diminati karena punya keunggulan tersendiri, yaitu privasi. Konsumen bisa menyewa ruang bioskop secara pribadi, lalu nonton sambil makan-minum atau berbincang bebas. Mirip tempat karaoke, hanya bedanya pelanggan tidak menyanyi melainkan nonton film.

Bagi para penggemar film, menonton film dapat dilakukan dengan pergi ke bioskop ataupun membeli DVD. Kalangan ini pasti tidak mau ketinggalan film-film terbaru. Mereka akan rela merogoh kocek lebih untuk mengikuti perkembangan film terbaru. Namun bagaimana dengan film lama? Nonton film lama bisa dilakukan dengan membeli DVD. Namun, tidak semua orang punya waktu untuk berburu DVD. Terlebih, nonton DVD di rumah tidak seseru nonton film dengan layar lebar karena tidak didukung oleh perangkat sistem audio yang menggelegar seperti bioskop.

Mungkin Anda berpikir untuk membuka bioskop akan membutuhkan dana yang sangat besar dan Anda takut bila nantinya bioskop Anda tidak diminati masyarakat. Wajar jika Anda takut kalah bersaing dengan XXI atau Blitz Megaplex. Tapi mengapa harus membuat bioskop besar jika Anda dapat membuat bioskop mini. Belum banyak yang menjajaki segmen bisnis ini. Konsepnya unik dan sederhana. Ya, seperti dikatakan di awal tadi, mirip usaha tempat karaoke, tapi yang diputar adalah film, bukan lagu. Usaha semacam ini sebaiknya dibuka di lokasi yang strategis dan mudah dijangkau pecinta film. Misalnya saja dekat kos-kosan anak mahasiswa.

Untuk monitornya, Anda harus mencari layar televisi berukuran besar atau dengan proyektor, sistem suara, peredam suara, tempat duduk, stok film-film box office terbaru maupun yang lama. Selanjutnya, promosikan usaha Anda ini dengan menyebarkan brosur dan pamflet di tempat-tempat nongkrong anak muda seperti, kafe-kafe, resto, dan lain-lain. Anda juga dapat mengiklankan di media massa dan situs jejaring sosial.

Tatalah ruangan nonton seperti bioskop sungguhan. Buatlah ruang seukuran 4 x 6 meter dengan kapasitas mencapai 10–15 orang. Ruang nonton ini dilengkapi layar berukuran 70 x 100 meter dengan proyektor dan sound sistem yang suaranya berkualitas (karena biasanya kualitas suaralah yang dicari penggemar film di bioskop). Untuk menjaga ketertiban, Anda bisa memasang kamera CCTV. Anda dapat menyediakan dua jenis ruangan, yaitu ruangan biasa dan ruangan VIP bagi para pelanggan yang mempunyai kocek lebih tebal.

Penentuan tarif bioskop cukup menarik. Misalnya, bedakan harga sewa ruang hari biasa dengan harga hari Senin (hari nonton hemat). Untuk tarif ruangan, normalnya yakni sekitar Rp25.000 untuk ruang biasa, dan Rp35.000 untuk ruang VIP. Sediakan pula bonus soft drink serta snack untuk hari-hari libur.

Anda dapat mencontek usaha bioskop mini yang dilakukan oleh Ahmad Jauhar Fuad di Purwodadi, Jawa Tengah. Ia mendirikan Rental BiNiQu, singkatan dari Bioskop Mini Qu. Ia menyewakan gedung bioskop mini, serta menyewakan VCD/DVD orisinal. Dengan menempati sebuah ruko yang berada di pusat kota setempat, BiNiQu pun terus berkembang.

BiNiQu menawarkan jasa penyewaan VCD/DVD orisinal beserta bioskop mini. Sistem sewanya berlaku per hari, sehingga mengurangi resiko keterlambatan pengembalian VCD/DVD. Untuk biaya sewa VCD/DVD per hari, BiNiQu memasang tarif Rp1.500–Rp3.500. Tentunya koleksi filmnya lumayan lengkap, ada film-film box office terbaru serta ada pula film-film lawas. Target konsumen BiNiQu adalah kalangan remaja atau pelajar, baik SMP, SMA, maupun perguruan tinggi, serta masyarakat umum. Menurut Ahmad, dengan investasi sebesar Rp110 juta, dan perkiraan omzet per bulan sebesar Rp10,125 juta, usaha ini diperkirakan akan kembali modal pada bulan ke-20 Theo

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s