Indonesia Berperan Penting Dalam Perdagangan Asia Timur

Indonesia sebagai negara berkembang memainkan peran penting dalam perdagangan regional dengan banyak potensi dan terletak di daerah yang strategis. Negara ini telah terintegrasi dengan perdagangan internasional yang tumbuh pesat di Asia Timur, dengan China sebagai kekuatan pendorong utama.

Meskipun beberapa produk China laris di pasar dunia, sejumlah produk Indonesia seperti bahan kimia, kertas, minyak esensial bahkan peralatan musik masih memiliki posisi yang baik di pasar internasional.

Ekonom senior Bank Dunia Sjamsu Rahardja mengatakan China akan tetap menjadi kekuatan ekspor dunia, tetapi inflasi dan biaya produksi di China telah meningkat dan akan memaksa negara itu merelokasi proses manufaktur ke negara lain, seperti Indonesia.

Dia menyarankan pemerintah untuk memanfaatkan kesempatan ini, misalnya untuk mengembangkan ekspor komponen otomotif dan produk makanan yang terus meningkat.

Dia juga mengatakan bahwa ekspor jasa-jasa dari Indonesia masih terfokus pada pariwisata khususnya Bali dan dari pekerja migran, padahal ada banyak potensi lainnya seperti desain dan karya seni anak-anak yang bisa dikembangkan dan dipromosikan.

Raksasa Ekonomi Baru?

Benarkah dengan posisi strategis ini Indonesia bisa disandingkan dengan dua kekuatan ekonomi baru dunia yaitu China dan India? Ekonom Prasetiantoko, dalam bukunya Ponzi Ekonomi, meyakini Indonesia memiliki peluang besar untuk tumbuh berkembang bersama China dan India karena pasokan batu bara dan minyak kelapa sawit yang besar sebagai komoditas utama untuk diekspor ke China dan India.

Sebuah laporan dari lembaga investasi CLSA Asia-Pasific Markets juga mengatakan bahwa China India dan Indonesia dianggap sebagai triangle kekuatan ekonomi di Asia. Dalam hal ini Indonesia memiliki dua kekuatan penting yaitu sumber daya manusia dan sumber daya alam.

Bahkan di tahun 2030, saat negara maju seperti Jepang, Jerman, Prancis dan sebagainya mengalami persoalan dengan jumlah penduduk yang menyusut Indonesia justru dalam fase puncak mendapat keuntungan dari jumlah penduduk dengan usia kerja terbanyak.

Bahkan, CLSA menyebutkan ketika semua negara hampir mengalami tren pertumbuhan GDP negatif, namun China, India dan Indonesia tetap menunjukkan tren positif. Pertumbuhan GDP China sebesar 17 persen, India 13,5 persen dan Indonesia 7,7 persen.

Jadi jelas, kekuatan ekonomi Indonesia apabila digabung dengan China dan India akan menjadi raksasa yang sangat penting posisinya dalam konstelasi perekonomian global. Sudah siapkah kita? Theo

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s