Mal sebagai tempat kegiatan kreatif

Konsultan kreatif beberapa mal di Indonesia, Yoris Sebastian, pernah ikut merancang konsep mal FX, Jakarta. Mal ini punya 12 ruang meeting di lantai dua yang bernama POD. Ukurannya beda- beda dan bentuknya dinamis, seperti oval, bulat, dan kurva.

Ruangan ini dilengkapi peralatan kantor canggih, seperti mesin faksimile, printer, internet connection, telecommunication & conference network, inhouse secretary, atau in-focus. Dinding ruangannya berupa kaca transparan. ”Supaya tidak bosan ketika rapat,” tutur Yoris.

Mal lain, Plaza Senayan, juga memproklamasikan diri sebagai pusat mode dan tempat pertemuan. Corporate, Marketing, and Communication Manager Plaza Senayan Natalia Anita Hatmarini menuturkan, mal ini memperbanyak tempat pertemuan yang menyebar di beberapa lantai. Mulai dari foodcourt di basement dan lantai tiga, berbagai kafe di lantai satu, hingga restoran di lantai dua dan tiga.

Ada juga tempat dengan akses tersendiri sehingga bisa buka lebih pagi dari jam operasi mal. ”The Coffee Bean pernah buka sejak pukul 07.00 karena banyak permintaan,” katanya. Theo

This entry was posted in Architecture and Construction, Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s